C. Konsep Penataan Interior Kantor

 

        Penataan interior banyak diterapkan di lingkungan perhotelan, apartemen, restoran, kafe, dan rumah. Namun, sebuah kantor memerlukan penataan interior yang baik. Penyebabnya adalah kantor merupakan pusat aktivitas dan kegiatan banyak tetap orang yang tentunya harus memberikan kesan menarik dan tidak membosankan. Penataan interior yang diterapkan di berbagai perusahaan umumnya mengikuti beberapa konsep, yaitu sebagai berikut.

1.Konsep Minimalis

Konsep minimalis adalah konsep penataan ruang kantor dalam bentuk-bentuk sederhana dan lebih fungsional. Tujuannya adalah memanfaatkan area ruang kantor dengan luas lahan terbatas secara efisien dan efektif, tanpa memberi ruang pada keberadaan berbagai perabot dan furnitur yang tidak diperlukan. Konsep minimalis merupakan konsep yang cukup banyak diterapkan di berbagai perusahaan, terlebih di perusahaan yang memiliki luas ruang kerja tidak terlalu besar. Selain untuk menyesuaikan dengan kondisi fisik ruang kerja, penggunaan konsep minimalis juga memiliki beberapa keuntungan, seperti menghadirkan nuansa modern yang indah dipandang dan tidak berlebihan. Konsep minimalis memiliki beberapa ciri, di antaranya sebagai berikut.

a. Furnitur dan perabot yang dipilih lebih sederhana serta mengutamakan fungsi dibandingkan ukuran atau pun kemewahan.

b. Pemilihan cat yang mewarnai dinding umumnya menggunakan warna-warna yang bernuansa lembut dan netral, seperti abu- abu muda, putih gading, dan warna salmon.

c. Jika permukaan dinding ditutupi dengan wallpaper, wallpaper yang dipilih adalah yang menggunakan motif sederhana dan tidak terlalu mencolok.


 

2. Konsep Kontemporer

Konsep kontemporer adalah konsep penataan ruang kantor dengan memadukan tema masa kini dan yang akan datang. Konsep kontemporer umumnya digunakan untuk memperlihatkan nuansa modern, progresif, dan mengikuti perkembangan zaman. Konsep kontemporer memiliki beberapa ciri, yaitu sebagai berikut

a. Hanya berfokus pada penggunaan satu warna netral sebagai background dalam penataan ruangan.

b. Pemilihan furnitur minimalis dari bahan kayu, logam, atau kaca, dengan corak yang tidak berlebihan.

c. Pencahayaan lampu tidak terlalu terang.

 


3. Konsep Retro

Konsep retro adalah konsep penataan ruang kantor yang terinspirasi dari tren yang berkembang di masa lalu. Konsep retro menghadirkan nuansa vintage yang nyaman dan berkelas. Konsep retro biasanya dihadirkan dengan pemilihan dekorasi interior berupa barang antik ataupun barang-barang bekas bernuansa nostalgia lainnya. Konsep retro memiliki beberapa ciri, di antaranya sebagai berikut.

a. Menggunakan palet warna yang berwarna-warni, mulai dari dinding hingga furnitur yang digunakan.

b. Tidak ragu menggunakan motif yang mencolok, misalnya motif bunga-bunga berukuran besar dan mencolok pada sofa kantor

c. Menggunakan pencahayaan yang terang dan berkesan gemerlap.

d.Furnitur, perabot, dan hiasan yang dipilih menghadirkan kesan nyaman dan nostalgia yang menyenangkan.

 


4. Konsep Klasik

Konsep klasik adalah konsep penataan ruang kantor yang mengutamakan nilai-nilai estetika yang tak lekang oleh waktu. Dalam penataan interior kantor yang mengusung konsep klasik, perpaduan yang harmonis dan menarik antara warna dan furnitur merupakan titik utama. Perpaduan harmonis tersebut merupakan perwujudan filosofi arsitektur terkemuka tempo dulu sehingga terkesan elegan dan mewah. Konsep klasik memiliki beberapa  ciri, di antaranya sebagai berikut.

a. Menghadirkan warna-warna netral, monokrom, atau pun unsur warna elemental, seperti warna putih, biru keabu- abuan, hijau, dan cokelat muda.

b. Menggunakan furnitur berbahan kayu atau kulit yang terkesan rapi, mewah, dan elegan.

c. Menghadirkan beberapa perabot yang bernuansa klasik, seperti lampu gantung, vas bunga, dan aneka lukisan.

 


5. Konsep Victoria

Konsep Victoria adalah konsep penataan ruang kantor dengan mengambil nilai-nilai estetika Eropa. Penerapan konsep ini biasanya menonjolkan ruangan dengan pencahayaan yang berasal dari temaram lampu ataupun lilin, serta bernuansa megah dan mewah. Ciri-ciri konsep Victoria adalah sebagai berikut.

a. Pencahayaan terkesan remang dengan pemilihan warna yang dominan gelap, seperti merah tua, hijau tua, dan warna emas.

b. Pemilihan furnitur yang dipenuhi dengan ukiran dan pahatan yang berkesan mewah.

c. Menghadirkan unsur-unsur estetis berupa karya seni, seperti patung, ukiran, lukisan, dan sulaman indah pada permadani yang digunakan.

 


 

6. Konsep Coastal Style

Konsep coastal style adalah konsep penataan ruang kantor yang terinspirasi oleh suasana laut dan pantai. Konsep ini juga dikenal dengan istilah nautikal. Ciri khas dari penerapan konsep ini meliputi beberapa aspek, yaitu sebagai berikut.

a.Penggunaan furnitur dan perabot bernuansa alami, seperti berbahan dasar kayu atau bebatuan.

b. Memasukkan unsur laut dalam setiap elemen, mulai dari perabot yang berhiaskan cangkang kerang, penggunaan jaring sebagai penghias ruangan, hingga ornamen berbentuk kapal yang menghiasi tiap sudut ruangan

c. Menggunakan palet warna laut, baik pada cat dinding maupun furnitur dan perabot, yaitu putih, biru muda, dan biru tua. Unsur warna kuning juga sering digunakan sebagai simbol cahaya matahari.

 


 

7. Konsep Bohemian

Konsep bohemian adalah konsep penataan ruang kantor yang mencerminkan nilai-nilai individualitas, kebebasan, dan tampilan modern dengan dominasi warna-warni. Penataan interior dengan konsep bohemian umumnya diterapkan pada kantor yang didominasi oleh para pegawai berjiwa muda, kreatif, dan inovatif. Penerapan konsep bohemian memiliki beberapa ciri yaitu sebagai berikut.

a. Banyak menggunakan corak bertema alam, seperti bungaan dan tumbuhan.

b. Tidak ragu menampilkan warna-warna yang berani, seperti merah, jingga, dan biru terang, pada dinding, perabot, dan furnitur yang dipilih.

c. Banyak menggunakan elemen visual, seperti lukisan dan poster yang berwarna-warni.

 


8. Konsep Eklektik

Konsep ekletik penataan ruang kantor yang menggabungkan dua atau lebih konsep penataan interior. Konsep ini tidak hanya berpatokan pada satu konsep saja, melainkan konsep ruang interior multifungsi yang dapat digunakan untuk berbagai fungsi dan memiliki banyak pengguna. Konsep ini tepat untuk diterapkan pada kantor atau perusahaan yang pegawainya senang bereksperimen dan tak ragu menghadapi tantangan.

 

9. Konsep Industrial

Konsep industrial adalah konsep penataan ruang kantor dengan menggunakan campuran material yang masih mentah serta sentuhan unik dan eksentrik yang digabungkan dengan suasana primitif. Terdapat struktur bangunan dinding dan langit-langit yang cukup tingg sehingga ruangan menjadi sejuk tanpa pendingin ruangan. Ciri-ciri konsep industrial adalah penggunaan furnitur berbahan dasar kayu ataupun besi, ruangan didominasi oleh warna tanah dan monokrom (hitam, putih, dan abu-abu), serta memiliki beberapa dinding yang belum mengalami proses finishing, misalnya belum disemen atau belum mengalami pengecatan. Konsep industrial sangat populer digunakan di masa kini karena memberikan nuansa modern, tangguh sekaligus estetis di saat yang bersamaan.

 


10. Konsep Futuristik

Konsep futuristik adalah konsep penataan ruang kantor yang didasarkan pada imajinasi penggagasnya tentang sebuah ruangan dan objek-objek masa depan (future). Konsep ini diwujudkan dengan pemilihan warna metal/logam, penggunaan furnitur dan perabot berteknologi terbaru dan canggih, serta penghadiran nuansa "ikonis" (sebagai ikon/penanda/landmark) dalam desain interior sehingga terkesan berbeda dengan lingkungan sekitar. Tema futuristik untuk saat ini masih jarang digunakan karena harga material logam yang dipakai cukup mahal.

 

 

11. Konsep Rustic

Konsep rustic adalah konsep penataan ruang kantor yang berbasis pada kesadaran terhadap lingkungan dengan menggunakan bahan-bahan material dari alam, seperti kayu, bambu, atau bebatuan. Desain bernuansa rustic membawa suasana alam pedesaan ke dalam ruangan dengan melalui penggunaan material kayu dan perpaduan warna-warna alami yang dominan, seperti warna cokelat, hijau, dan krem. Konsep rustic sering kali diperkuat dengan menghadirkan aneka tanaman, baik asli maupun imitasi, sebagai penghias dalam ruangan.

Penataan interior banyak diterapkan di lingkungan perhotelan, apartemen, restoran, kafe, dan rumah. Namun, sebuah kantor memerlukan penataan interior yang baik. Penyebabnya adalah kantor merupakan pusat aktivitas dan kegiatan banyak tetap orang yang tentunya harus memberikan kesan menarik dan tidak membosankan. Penataan interior yang diterapkan di berbagai perusahaan umumnya mengikuti beberapa konsep, yaitu sebagai berikut.


Berikut  tayangan video terkait materi Penataan Interior Kantor


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contoh catatan wali kelas

Teruslah meningkatkan semangat belajarmu agar prestasi terbaik dapat kamu capai di masa depan. Belajar dengan sungguh-sungguh adalah bekal ...